Kamis, 24 Mei 2012

Bangunan Pelindung Pantai

Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena serangan gelombang dan arus. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk melindungi pantai, yaitu :

  1. Memperkuat/melindungi pantai agar mampu menahan serangan gelombang,
  2. Mengubah laju transpor sedimen sepanjang pantai,
  3. Mengurangi energy gelombang yang sampai ke pantai,
  4. Reklamasi dengan menambah suplai sedimen ke pantai atau dengan cara lain

Sesuai dengan fungsinya seperti tersebut diatas, bangunan pantai dapat di klasifikasikan dalam tiga kelompok yaitu :

  • Kontruksi yang dibangun sejajar dengan garis pantai,
  • Kontruksi yang dibangun kira- kira tegak lurus pantai dan sambung ke pantai,
  • Kontruksi yang dibangun di lepas pantai dan kira – kira sejajar dengan garis pantai.
 
Secara umum bangunan pantai di bagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama adalah dinding pantai atau revetment yang dibangun pada garis pantai atau di daratan yang digunakan untuk melindungi pantai langsung dari serangan gelombang. Kelompok ke dua meliputi groin dan jetty. Groin adalah bangunan yang menjorok ke arah laut yang digunakan untuk menangkap/menahan gerak sedimen sepanjang pantai, sehingga transport sedimen sepanjang pantai berkurang/berhenti. Biasanya groin dibuat secara berseri, yaitu beberapa groin dibuat dengan jarak antara groin tertentu di sepanjang pantai yang dilindungi. Jetty adalah bangunan tegak lurus pantai yang ditempatkan di kedua sisi muara sungai. Bangunan ini digunakan untuk menahan sedimen/pasir yang bergerak sepanjang pantai masuk dan mengendap di muara sungai. Kelompok ketiga adalah pemecah gelombang (breakwater) yang dibedakan menjadi dua macam yaitu pemecah gelombang lepas pantai dan pemecah gelombang sambung pantai. Bangunan tipe pertama banyak digunakan sebagai pelindung pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum mencapai pantai. Bangunan ini dapat dibuat dalam satu rangkaian pemecah gelombang yang dipisahkan oleh celah dengan panjang tertentu. Bangunan tipe kedua biasanya digunakan untuk melindungi daerah perairan pelabuhan perairan pelabuhan dari gelombang sehingga kapal – kapal dapat merapat ke dermaga untuk melakukan bongkar-muat barang dan menaik turunkan penumpang.

Menurut bentuknya bangunan pantai dapat dibedakan menjadi bangunan sisi miring dan tegak. Termasuk dalam kelompok pertama adalah bangunan dari tumpukan batu yang bagian luarnya diberi lapis pelindung yang terbuat dari batu-batu ukuran besar , blok beton, atau batu buatan dari beton dengan bentuk khusus seperti tetrapod, quadripods, tribars, dolos dan sebagainnya.Lapis pelindung ini harus mampu menahan serangan gelombang. Sedang yang termasuk tipe kedua adalah bangunan yang terbuat dari pasangan batu, kaison beton,tumpukan buis beton, dinding turap baja atau beton dan sebagainya.

Tipe bangunan pantai yang digunakan biasanya ditentukan oleh ketersediaan material di atau di dekat lokasi pekerjaan, kondisi dasar laut, kedalaman air, dan ketersediaan perlatan untuk pelaksanaan pekerjaan. Batu adalah salah satu bahan utama yang digunakan untuk membuat bangunan. Faktor penting lainnya adalah karakteristik dasar laut yang mendukung bangunan tersebut dibawah pengaruh gelombang.

Berikut adalah beberapa contoh bangunan pelindung pantai :

  • Dinding Pantai atau Revetmen
 Dinding pantai atau revetment adalah bangunan yang memisahkan daratan dan perairan pantai. Berfungsi sebagai pelindung pantai terhadap erosi dan limpasan gelombang ke darat. Dinding pantai biasanya berbentuk vertikal,sedang revetment mempunyai bentuk miring. Bangunan ini ditempatkan sejajar atau hamper sejajar dengan garis pantai dan bisa terbuat dari pasangan  batu, beton, tumpukan pipa beton,turap, tumpukan kayu atau tumpukan batu. 

Air laut yang melimpas kebelakang bangunan akan terinfiltrasi melalui permukaan tanah dan mengalir kembali ke laut. Apabila perbedaan elevasi muka air dibelakang dan didepan bangunan  cukup besar dapat menimbulkan kecepatan aliran cukup yang dapat menarik  butiran tanah dibelakang dan pada pondasi bangunan.


Susunan revetment


Revetment dari tumpukan batu

  • Groin
Groin adalah banguna pelindung pantai yang biasanya dibuat tegak lurus garis pantai dan berfungsi untuk menahan transpor sedimen sepanjang pantai sehingga bisa mengurangi/menghentikan erosi yang terjadi. Bangunan ini juga bisa digunakan untk menahan masuknya transport sedimen sepanjang pantai ke pelabuhan atau muara sungai. Groin yang ditempatkan di pantai akan menahan gerak sedimen tersebut sehingga sedimen mengendap di sisi sebelah hulu ( terhadap arah transport sedimen sepanjang pantai ). Di sebelah hilir groin angkutan sedimen masih tetap terjadi sementara suplai dari sebelah hulu terhalang oleh bangunan, akibatnya daerah di hilir groin mengalami deficit sedimen sehingga pantai mengalami erosi. perlindungan pantai dengan menggunakan satu buah groin tidak efektif. Biasanya perlindungan pantai dilakukan dengan membuat suatu seri bangunan yang terdiri dari beberapa groin yang ditempatkan dengan jarak tertentu.


Groin tunggal dan perubahan garis pantai yang ditimbulkan

     Groin dapat dibedakan  menjadi beberapa tipe yaitu tipe lurus, tipe T dan tipe L. Menurut kontruksinya groin dapat berupa tmpukan batu, caisson beton, turap, tiang yang dipancang berjajar, atau tumpukan buis beton yang didalamnya diisi beton.


Groin tipe lurus


Groin tipe L

    Di dalam perencanaan groin masih dimungkinkan terjadinya suplai pasir melintasi groin ke daerah hilir. Pasir dapat melintasi groin dengan melewati sisi atasnya (overpassing) atau melewati ujungnya (endpassing).


  • Jetty
Jetty adalah bangunan tegak lurus pantai yang diletakkan pada kedua sisi muara yang berfungsi untuk mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai. Pada penggunaan muara sungai sebagai alur pelayaran, pengendapat di muara sungai dapat menggangu lalu lintas kapal. Untuk keperluan tersebut jetty harus panjang sampai ujungnya berada di luar gelombang pecah. Dengan jetty panjang transpor sedimen sepanjang pantai dapat tertahan dan pada alur pelayaran kondidi gelombang tidak pecah sehingga memungkinkankapal masuk ke muara sungai.

Selain untuk melindungi alur pelayaran, jetty juga dapat digunakan untuk mencegah pendangkalan di muara dalam kaitannya dengan pengendalian banjir. Mengingan fungsinya hanya untuk penanggulangan banjir, maka dapat digunakan dalah satu dari bangunan beikut, yaitu jetty panjang, jetty sedang atau jetty pendek. Jetty panjang apabila ujungnya berada diluar gelombang pecah. Jetty sedang dimana ujungnya berada diantara muka air surut dan lokasi gelombang pecah, dapat menahan sebagai transpor sedimen sepanjang pantai. Pada jetty pendek, kaki ujung bangunan berada pada muka air surut. Fungsi utama bangunan ini adalah menahan berbeloknya muara sungai dan mengkonsentrasikan aliran pada alur yang telah ditetapkan untuk bisa mengerosi endapan sehingga pada awal musim penghujan dimana debit besar (banjir) belum terjadi,muara sungai telah terbuka.

     Seperti halnya dengan groin, jetty dapat juga dibuat dari tumpukan batu,beton,tumpukan buis beton,turap dan sebagainya.


Jetty pada dermaga


Jetty pendek

  • Pemecah Gelombang Lepas Pantai

Pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pemecah gelombang sambung pantai dan lepas pantai. Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan perairan pelabuhan sedang tipe kedua untuk  perlindungan pantai terhadap erosi. Secara umum kondisi perencanaan kedua tipe adalah sama, hanya pada tipe pertama perlu ditinjau karakteristik gelombang di beberapa lokasi sepanjang pemecah gelombang.

Pemecah gelombang lepas pantai adalah bangnan yang dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai. Bangunan ini direncanakan untuk melindungi pantai yang terletak dibelakangnya dari serangan gelombang. Tergantung pada panjang pantai yang dilindungi, pemecah gelombang lepas pantai dapat dari satu pemecah gelombang atau suatu seri bangunan yang terdiri dari beberapa ruas bangunan pemecah gelombang.


Seperti halnya groin, pemecah gelombang lepas pantai dapat juga dibuat dari tumpukan batu, tumpukan buis beton, turap dan sebagainya.

  • Penambahan Suplai Pasir di Pantai
Pantai berpasir mempunyai kemampuan perlindungan alami terhadap serangan gelombang dan arus. Perlindungan tersebut berupa kemiringan dasar pantai  di daerah nearshore yang menyebabkan gelombang pecah di lepas pantai, dan kemudian energinya dihancurkan selama dalam penjalaran menuju garis pantai di surf zone. Dalam proses pecahnya  gelombang sering terbentuk offshore bar diujung luar surf zone, yand dapat berfungsi sebagai penghalang gelombang yang datang (menyebabkan gelombang pecah). 

Penambahan pasir disepanjang ruas pantai yang tererosi dilakukan dengan penimbunan material di ujung hulu. Arus sepanjang pantai akan mengangkut material tersebut di sepanjang pantai(ke arah hilir). Untuk mencegah hilangnya pasir yang ditimbun di ruas pantai karena terangkut oleh arus sepanjang pantai serin dibuat sistem groin. Dengan adanya groin tersebut pasir yang ditimbun akan tertahan dalam ruas- ruas pantai di salam system groin.

     Didalam merencanakan perencanaan bangunan pantai dengan menambahkan suplai pasir ke pantai perlu diketahui karakteristik transpor sedimensepanjang pantai di daerah yang akan dilindungi dan pantai sekitarnya, memperkirakan volume suplai pasir yang akan diberikan, karakteristik material pantai, mengevaluasi dan mencari sumber material(borrow material) untuk pengisian awal pantai dan penambahan pasir secara berkala, mengukur elevasi dan lebar berm pantai serta kemiringan foreshore dan menentukan lokasi penimbunan material di pantai.

0 komentar:

Posting Komentar