Desa Tambakan

masih teringat pada tanggal 29 juli 2012 kami mengajar adik - adik di desa Tambakan, sungguh berkesan karena untuk pertama kalinya mengajar di pelosok desa.. will miss this moment.

Lombok

selain di Bali aq juga punya keluarga di pulau Lombok. terkadang kami pulang dan bepergian bersama foto ini diambil saat liburan ke Lombok bersama keluarga qu.

Pocky

adalah penyemangat disaat kapan pun. selalu menemani tidak hanya disaat senang namun juga disaat susah, dia sangat menggemaskan dan selalu bertingkah aneh untuk mendapat perhatian.

My Family

keluarga yang nyaman. mungkin itu sebutan yang sangat pas untuk ini, tempat dimana keceriaan selalu mengiringi kami. semoga selalu bisa aq jaga kehangatan keluarga qu. My Home Sweet Home.

RAINBOW shop

ini adalah toko OnLine yang saya kembangkan, perlahan tapi sangat pasti karena dijalani dengan gembira. berkat semua dukungan dan semangat yang selalu diberikan oleh teman-teman, keluarga dan tentu saja TUHAN.

Rabu, 11 November 2015

Batuan

Pada umunya agregat berasal dari alam, dan salah satunya berasal dari batuan. Seorang engineer melihat sebagai sebuah mineral yang keras, getas, sering kali tahan lama dan kuat, yang diatasnya berdiri bangunan atau dapat digunakan untuk mendirikan bangunan. Penambangan batuan kadang - kadang dilakukan dengan peledakan (blasting), terutama pada batuan-batuan yang keras seperti granit. Batuan dalam teknik sipil dapat dilihat menurut ilmu yang mempelajarinya (Verhoef,1985:12), yaitu :

1. Geologis : batuan sebagai mineral, yang terbentuk melalui proses siklus batuan.

2. Geoteknik : batuan sebagai mineral yang diatasnya, di dalamnya, atau dengannya dapat dibangun berbagai macam konstruksi.

Pengetahuan mengenai terjadinya batuan dapat langsung memberikan informasi perihal situasi geologis suatu lahan pembangunan. Batuan beku seperti instrusi granit adakalanya ditemui dengan massa yang tidak beraturan. Batuan sedimen sering mempunyai lapisan yang beraturan. Batuan metamorf kadang-kadang mengalami perubahan bentuk yang luar biasa (lipatan) dan sering pula berkembang menjadi satu foliasi-deformasi atau lebih (Verhoef,1985:113).

Jika dilihat dari proses terbentuknya, batuan sebagai mineral dapat dibedakan menjadi tiga yaitu batuan beku (magma), bauan endapan (sedimentasi), dan bauan peralihan/ malihan (metamorf).

Batuan Beku (Magma)

  • Batuan beku terbentuk dari proses pembekuan magma yang terdapat di dalam lapisan bumi yang dalam atau dari hasil pembekuan magma yang kuat akibat dari letusan gunung berapi.
  • Batuan beku dibedakan menjadi dua, yakni batuan beku interusif (yang membeku di bawah permukaan bumi), dan batuan beku eksterusif (yang embeku di permukaan bumi).
  • Batuan beku seperti intrusi granit adakalanya ditemui dengan massa yang tidak beraturan.
  • Berdasarkan kandungan SiO2, batuan beku dibedakan menjadi:
  1. Batuan Beku Masam => kand. SiO2 tinggi : > 65%
  2. Batuan Beku Intermedier => kand. SiO2 sedang : + 55% sampai dengan 65%
  3. Batuan Beku Basa => kand. SiO2 rendah : < 55%

Batuan Sedimen (Endapan)

  • Batuan sadimen terbentuk karena mengendapnya bahan-bahan yang terurai, sehingga membentuk suatu lapisan bahan padat yang secara fisik diendapkan oleh angin, air, atau es.
  • Dapat terbentuk dari bahan-bahan terlarut yang secara kimia terendapkan di lautan, danau, atau sungai.
  • Berdasarkan proses pembentukannya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
(1) Klastik, tersusun atas fragmen-fragmen dan bagian-bagian kecil yang terbawa dalam keadaan padat. Klastik dibagi menjadi siliklastik (terdiri dari bagian-bagian kecil silikat seperti batu pasir, lempung), piroklastik (terdiri dari  dari material-material vulkanik seperti tuff, lapili), dan kapur.
(2) Kimiawi, batuan sedimen yang diendapkan dari larutan. Batuan ini dibagi menjadi evaporit (penguapan gips, garam), kapur (pengendapan), dan dan endapan kimiawi lainnya seperti besi dan fosfat.
(3) Organik, yang dibagi menjadi kapur serta gambut, batubara, dan sapropel yang merupakansedimen dengan banyak zat organik yang membentuk minyak bumi.

Batuan Metamorf

  • Batuan Metamorf : Adalah batuan beku atau batuan sedimen yang telah mengalami perubahan bentuk (transformasi) akibat adanya pengaruh perubahan suhu dan tekanan yang sangat tinggi.
  • Proses metamorphosis di abgi menjadi dua, yaitu :
1. Metamorfosis regional, yakni perubahan bentuk dalam skala besar yang dialami batuan di dalam kulit bumi yang lebih dalam, sebagai akibat dari terbentuknya pegunungan. (vulkanik).
2.  Metamorfosis kontak, yakni perubahan bentuk yang dialami batuan sebagai akibat dari intrupsi magma panas disekitarnya (misalnya granit).

  • Jenis-jenis Batuan Metamorf :
a. Schist : Batuan metamorf berbentuk lembar-lembar halusnya Schist Mika.
b. Gneis : Batuan metamorf berbentuk lembar-lembar kasarnya Granit Gneis.
c. Kuarsit : Batuan metamorf yang terbentuk dari batu pasir.
d. Marmer : Batuan metamorf yang terbentuk dari batu kapur karbonat.

  • Pada umumnya, peningkatan temperatur dan tekanan akan memperbesar butiran yang terbentuk.

SUMBER : Mulyono, Tri. 2005.Teknologi Beton. yogyakarta: ANDI

Senin, 09 November 2015

agregat

PENGERTIAN AGREGAT
Agregat adalah butiran mineral alami yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran beton atau mortar. Pada dasarnya beton tidak akan terbentuk tanpa adanya campuran agregat, disini membuktikan bahwa agregat memilki peranan yang sangat penting dalam pembuatan beton. Kandungan agregat dalam campuran beton biasanya sangat tinggi sekali yaitu berkisar 60% - 70% dari berat campuran beton. Selain sebagai pengisi, agregat memilki fungsi lain yaitu sebagai penentu sifat mortar atau mutu beton yang akan dihasilkan.
Agregat yang digunakan dalam campuran beton dapat berupa agregat alam atau agregat batuan (artificial aggregates). Secara umum, agregat dapat dibedakan berdasarkan ukurannya, yaitu, agregat kasar dan agregat halus. Batas antara agregat halus dan agregat kasar berbeda antara disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lainnya. Meskipun demikian, dapat diberikan batasan ukuran antara agregat halus dengan agregat kasar yaitu 4.80 mm (british standard) atau 4.75 mm (Standar ASTM). Agregat kasar adalah batuan yang ukuran butirnya lebih besar dari 4.80 mm (4.75 mm), dan agregat halus adalah batuan yang lebih kecil dari 4.80 mm (4.75 mm). agregat dengan ukuran lebih besar dari 4.80 mm di bagi lagi menjadi dua yaitu, yang berdiameter antara (4.80- 40) mm. disebut kerikil beton dan yang lebih dari 40 mm disebut kerikil kasar. 
Agregat yang digunakan dalam campuran beton biasanya berukuran lebih kecil dari 40 mm, dan agregat yang ukurannya lebih besar dari 40 mm digunakan untuk pekerjaan sipil lainnya, seperti untuk pekerjaan jalan, tanggul-tanggul penahan tanah, bronjong (bendungan), dan lainnya. agregat halus biasanya dinamakan pasri dan agregat kasar dinamakan krikil, spilit, batu pecah, kricak, dan lainnya.

KARAKTERISTIK AGREGAT
Jika dilihat dari sumbernya, agregat dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu agregat yang berasal dari alam dan agregat buatan (artificial aggregates). Contoh agregat yang berasal dari sumber alam adalah pasir alami dan kerikil, sedangkan contoh agregat buatan adalah agregta yang berasal dari stone crusher, hasil residu terak tanur tinggi (blast furnace slag), pecahan genteng, pecahan beton, fly ash, dari residu PLTU, extended slag dan lainnya. Interaksi antara iklim setempat dan golongannya akan menghasilkan quarry, yaitu sumber daya alam dari batu-batuan (deposits), yang dibedakan menjadi :

1)      Quarry batu-batuan dari bedrock
  • Quarry ini mebutuhkan pengeboran dan peledakan (drilling dan blasting) yang menghasilkan bermacam-macam ukuran yang perlu disesuikan dengan kebutuhan.
  • Derajat pelapukan quarry ini bergantung pada deposit buatan.
  • Untuk mendapatkan hasil yang baik dari batuan-batuan segar (fresh rock), penggalian pada deposit ini harus dilakukan hingga kedalaman yang cukup.
  • Makin segar batuan-batuannya, makin rendah nilai crushing value dan Los Angelos Abbration serta semakin porosi (porosity).
  • Campuran agregat dengan mutu yang baik dan agregat dengan mutu yang kurang baik dihasilkan suatu industri pemecah batu dapat mengakibatkan kesulitan dalam perencanaan dan pengendalian mutu campuran beton.
  • Batu-batuan dari abu vulkanik biasanya cukup porous, sehingga nilai crushing dan abrasinya tinggi, meskipun batu-batuannya dalam keadaan segar.
  • Agregat pecah dengan tangan (tradisional) ini hasilnya tidak konsisten, artinya ukuran butir agregat yang dihasilkan tidak merata (akan ditemui agregat dengan gradasi senjang, sehingga dalam pembuatan beton yang diproduksi tidak cukup lecak (workability) serta mudah mengalami bleeding dan segregation.                          
2)      Pasir Sungai dan batu-batuan yang digali
  • Agregat yang bersal dari tanah galian, yaitu tanah yang dibuka lapisan penutupnya (pre-striping), biasanya berbentuk tajam, bersudut, berpori, dan bebas dari kandungan garam.
  • Pada kasus tertentu, agregat yang terletak pada lapisan yang paling atas harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan.

MENGOLAH AGREGAT ALAM
Tujuan utama pengolahan agregat adalah menghasilkan agregat dengan mutu tinggi dan biaya yang rendah. Pengolahan agregat alam meliputi penggalian (excavating), pengangkutan (hauling), pencucian, pemecahan (crushing), dan penentuan ukuran. Akan tetapi, pengolahan agregat tidak terbatas hanya pada usaha-usaha diatas, tetapi dimulai juga dari penggalian dan diakhiri dengan penimbunan dan penyerahan agregat dilapangan.
  • Pada waktu penggalian, bahan-bahan yang akan menambah berat seperti lempung dan lanau sedapat mungkin harus disingkirkan terlebih dahulu, karena bahan-bahan tersebut tidak dikehendaki.
  • Pemisahan bahan-bahan yang tidak dikehendaki ini dapat dilakukan dengan alat power-shovels, draglines, atau scrapes (penyingkiran bahan-bahan dapat dipertimbangkan apabila tebal lapisan lebih dari 15 meter).
  • Bila bahan-bahan ini tidak terlalu banyak jumlahnya, cukup dilakukan pencucian.
  • Penggalian bahan yang keras dapat dilakukan dengan peledakan (blasting).
  • Setelah digali, agregat diangkut dengan kereta api, truk, atau ban berjalan (belt conveyor) ketempat pengolahan agregat.
  • Bahan-bahan yang merusak kemudian dibuang, salah satunya adalah dengan pencucian bahan baku.
  • Proses selanjutnya adalah memperkecil ukuran agregat dengan menggunakan alat pemecah batu.
  • Untuk menentukan ukuran dari agregat, agregat kasar disaring menggunakan saringan bergetar, sedangkan agregat halus disaring dengan saringan hidrolik.
  • Dalam proses penyaringan, sekitar 70 % dari bahan yang disaring harus lolos sehingga efesiensi serta kapasitas yang tinggi dapat dicapai.

JENIS AGREGAT


Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan penggunaan agregat dalam campuran beton ada lima, yaitu (landgren, 1994):
1.      Volume udara
Udara yang terdapat dalam campuran beton akan mempengaruhi proses pembuatan beton, terutama setelah terbentuknya pasta semen.
2.      Volume padat
Kepadatan volume agregat akan mempengaruhi berat isi dari beton jadi.
3.      Berat jenis agregat
Berat jenis agregat akan mempengaruhi proporsi campuran dalam berat sebagai control.
4.      Penyerapan
Penyerapan berpengaruh pada berat jenis.
5.     Kadar air permukaan agregat
Kadar air permukaan agregat berpengaruh pada pengguaan air saat pencampuran.

SUMBER : Mulyono, Tri. 2005. Teknologi Beton. yogyakarta : ANDI

Rabu, 27 Juni 2012

Arti Lambang RECYCLE Pada Botol

 1. PET - Polyethylene Terephthalate

Polyethylene Terephthalate

Biasanya pada bagian bawah kemasan botol plastik tertera logo daur ulang dengan angka 1 (satu) di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate).

Biasanya dipakai untuk botol plastik yang jernih / transparan / tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus dan hampir semua botol minuman lainnya.

Botol jenis PET / PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. kanapa.? Bila terlalu sering dipakai apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, ajan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).

Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami : iritasi kulit dan saluran pernafasan, bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

2. HDPE - High Density Polyethylene

High Density Polyethylene
Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 (dua) di tengahnya, serta tulisan HDPE (High Density Polyethylene) di bawah segitiga. Biasanya untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi, dan lain-lain.

HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahaya HDPE dengan makan / minum yang dikemasanya HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.

Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan sanyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. V - Polyvinyl Chloride

Polyvinyl Chloride
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 (tiga) di tengahnya serta tulisan V - V itu berarti PVC (Plolyvinyl Chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (Cling wrap), dan botol-botol.

PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik yang berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15˚C.

Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut plastik yang terbuat dari piloetilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

4. LPDE - Low Density Polyethylene

Low Density Polyethylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 (empat), serta tulisan LDPE - LDPE (Low Density Polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic / dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60˚C sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP - Polypropylene

Polypropylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 (lima) di tengahnya, serta tulisan PP - PP (Polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minuman dan terpenting botol minum untuk bayi.

Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggidan cukup mengkilap. Carilah dengan kode angka 5 (lima) bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6. PS - Polystyrene

Polystyrene
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 (enam) di tengahnya, serta tulisan PS - PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.

Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6 (enam), namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. OTHER

OTHER
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 (tujuh) di tengahnya, serta tulisan OTHER - Other (SAN - styrene acrylonitrile, ABS - acrylonitrile butadiene styrene, PC - polycarbonate, Nylon) Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

PC - Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.

Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik.

Khususplastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (polycarbonate), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali polycarbonate) bila memungkinkan. Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa polycarbonate), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut. adapun yang harus diperhatikan dalam penggunaan plastik adalah :

  1. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan polycarbonate, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, polyethylene, atau polypropylene. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, polypropylene, atau polyethylene. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
  2. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.
  3. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan alternatif yang dapat digunakan adalah botol stainless steel atau kaca.
  4. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.
  5. Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di microwave oven.
  6. Cobalah untuk menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan dan gunakanlah kemasan berbahan stainless steel atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman.
  7. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless.

Minggu, 10 Juni 2012

RAINBOW shop





RAINBOW shop adalah toko kecil yang mulai aq rintis, awalnya sch ingin buad sebuah wadah untuk memasarkan jualan qu. Yah karena masi awal jadi tokonya baru sebatas toko On-line aj. Nama RAINBOW shop sendiri diambil karena dasar ide seseorang.. aq fikir bagus juga kalo pake nama toko RAINBOW shop karena pelangi kan punya banyak warna. sama kaya banyak jenis item yang akan aq jual nantinya di RAINBOW shop ini. nah buat awal karir dirintisnya RAINBOW shop aq mulai jualan Softlens sebagai produk utama toko qu.. kaya gini nie contoh item na..






 




ada banyak lagi sch jenis yang lain kalo pada tertarik, tapi kebanyakan pelanggan nyari na yang berdiameter besar.. Heheee.. rencana ke depan masi banyak item lagi yang bakal aq jual, tapi masi nyari distributor yang bagus nie.. kalo temen" ad saran bisa berbagi sedikit disini yaa.. hhihii..

kunjungi juga toko saya RAINBOW_shop